Kesimpulan:
Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tercampur secara fisik, tidak membentuk zat baru, dan komponen penyusunnya dapat dipisahkan kembali dengan cara fisik.
Belajar IPA Lebih Menyenangkan
Belajar IPA Lebih Menyenangkan
Materi 01
CAMPURAN
Banyak benda di sekitarmu yang tersusun lebih dari satu zat.
A. Pernahkah kamu memperhatikan?
Di sekitarmu terdapat banyak benda cair yang merupakan campuran.
Perhatikan contoh berikut!
Kopi tubruk
Campuran heterogen antara air dan bubuk kopi yang menyisakan endapan di dasar gelas.
Teh
Campuran homogen antara sari daun teh, air, dan gula yang larut sempurna tanpa endapan.
Sirup
Campuran homogen antara air, gula, dan perisa/pewarna makanan yang tercampur seragam.
Air dan pasir
Campuran heterogen berupa suspensi yang partikel pasirnya cepat memisah dan mengendap.
Air sungai keruh
Campuran heterogen berisi partikel tanah dan lumpur halus yang melayang di dalam air.
Saat air laut dialirkan ke tambak dan terkena panas matahari, air menguap hingga tersisa kristal garam putih. Mengapa air laut diklasifikasikan sebagai campuran, bukan zat murni?
Pemisahan Fisika: Panas matahari menguapkan air (pelarut), menyisakan kristal garam (zat terlarut).
B. Apa yang disebut campuran?
Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang bercampur secara fisik tanpa membentuk zat baru.
Zat penyusunnya masih memiliki sifat asalnya dan dapat dipisahkan kembali menggunakan cara fisik yang tepat.
Ingat!
Tidak seperti reaksi kimia, campuran tidak menghasilkan zat baru. Komponen penyusunnya tetap ada
Partikel gula tidak lenyap, melainkan tersebar merata di sela-sela partikel air melalui gerak acak.
Rasa manis dari molekul gula dan sifat cair dari partikel air tetap bertahan tanpa membentuk zat kimia baru.
Tercampur sempurna, jernih, dan tidak menghasilkan endapan saat didiamkan.
Campuran keruh yang tidak stabil; partikel padat cepat memisah dan membentuk endapan.
Tampak merata tapi keruh; menghamburkan cahaya (Efek Tyndall) dan sukar mengendap.
Masing-masing zat memiliki sifat asalnya.
Hanya bercampur secara fisik.
Komponen penyusunnya dapat dipisahkan menggunakan cara fisik yang sesuai.
Perbandingan jumlah zat penyusun dapat berubah.
Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tercampur secara fisik, tidak membentuk zat baru, dan komponen penyusunnya dapat dipisahkan kembali dengan cara fisik.
C. Campuran terdiri atas apa?
Setiap campuran selalu tersusun atas dua atau lebih zat. Zat-zat inilah yang disebut zat penyusun campuran.
Ingat!
Sebelum menentukan cara memisahkan campuran. Kita perlu mengenali zat penyusunnya terlebih dahulu.
Dalam sebuah campuran, terdapat:
Setiap zat yang ikut bercampur dan membentuk campuran.
Sifat asli zat seperti warna, bau, wujud, kelarutan, titik didih, dan lainnya.
Karena sifat fisik komponen menentukan metode pemisahan yang tepat.
Campuran yang berbeda komposisinya bisa dipisahkan dengan cara yang berbeda.
Contoh zat campuran dalam beberapa campuran
Campuran selalu terdiri atas dua atau lebih zat. Zat penyusun campuran memiliki sifat asli masing-masing.
Dengan mengenali zat penyusunnya dan sifat fisiknya, kita dapat menentukan cara memisahkan campuran dengan tepat.
D. Homogen dan Heterogen
Campuran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu homogen dan heterogen. Perbedaan utamanya terletak pada cara zat penyusunnya tersebar dan apakah komponen penyusunnya dapat dibedakan secara langsung.
Ingat!
Perbedaan penyebaran partikel mempengaruhi sifat campuran dan cara memisahkannya.
Zat penyusun tersebar merata di seluruh bagian campuran.
Komponen penyusunnya tidak dapat dibedakan dengan mata.
Zat penyusun tidak tersebar merata di seluruh bagian campuran.
Komponen penyusunnya dapat dibedakan dengan mata atau menunjukkan lebih dari satu fase.
Penjelasan campuran...
Air gula (homogen) → jernih
Air pasir (heterogen) → keruh, ada endapan
E. Larutan
Larutan adalah campuran homogen yang terbentuk ketika suatu at larut secara merata dalam zat lain.
Ingat!
Larutan adalah bagian dari campuran homogen. Komponen penyusunnya tidak dapat dibedakan dengan mata.
Gula (padat) dimasukkan ke dalam air.
Gula diaduk. Partikel gula mulai tersebar di antara partikel air.
Gula larut sempurna. Terbentuk larutan homogen yang jernih.
-
Partikel gula tersebar di antara partikel air sehingga larutan tampak jernih dan seragam.
Mengapa larutan terlihat jernih dan seragam?
F. Suspensi
Suspensi adalah campuran heterogen yang partikel zat padatnya lebih besar dan dapat mengendap jika didiamkan. Partikel-partikel ini juga dapat dipisahkan dengan penyaringan atau filtrasi.
Ingat!
Partikel pada suspensi cukup besar sehingga dapat terlihat oleh mata dan akan mengendap jika didiamkan.
| Parameter | Suspensi | Larutan |
|---|---|---|
| 🔬 Ukuran partikel | > 1000 nm | < 1 nm |
| 👁️ Penampakan | Keruh | Jernih |
| ⏱️ Kestabilan | Tidak stabil (mengendap) |
Stabil (tidak mengendap) |
| 🧪 Penyaringan | Dapat dipisahkan | Tidak dapat dipisahkan |
Deskripsi lengkap suspensi...
Suspensi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan (filtrasi).
Mengapa partikel pada suspensi dapat mengendap, sedangkan pada larutan tidak?
Suspensi adalah campuran heterogen dengan partikel besar yang tidak larut, dapat mengendap, dan dapat dipisahkan dengan penyaringan.
G. Koloid
Koloid adalah campuran heterogen yang ukuran partikelnya berada di antara larutan dan suspensi. Partikel koloid tidak mengendap dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa.
Ingat!
Koloid terlihat homogen oleh mata, tetapi sebenarnya partikelnya lebih besar dari larutan dan lebih kecil dari suspensi.
Cahaya dihamburkan partikel koloid sehingga berkas lintasan terlihat jelas.
| Fase Terdispersi | Medium Pendispersi | Contoh |
|---|---|---|
| Padat | Gas (Aerosol padat) | Asap, debu di udara |
| Cair | Gas (Aerosol cair) | Kabut, awan |
| Gas | Cair (Buih / Busa) | Buih sabun, busa |
| Padat | Cair (Sol) | Susu, santan, cat |
| Cair | Padat (Emulsi padat) | Mentega, keju |
| Gas | Padat (Buih padat) | Batu apung, roti |
Deskripsi koloid...
Ukuran partikel menentukan kestabilan, penampakan, dan cara pemisahan campuran.
Arahkan senter ke dalam gelas susu dan air bening. Apa perbedaan yang terlihat?
Koloid adalah campuran dengan ukuran partikel di antara larutan dan suspensi. Koloid tidak mengendap dan menunjukkan efek Tyndall.
H. Perbandingan Ketiganya
Larutan, suspensi, dan koloid adalah tiga jenis campuran yang berbeda. Perhatikan perbandingan sifat-sifatnya berikut ini!
Ingat!
Memahami perbedaan ketiganya akan membantu kita menentukan sifat campuran dan cara pemisahannya.
| Sifat | Larutan | Suspensi | Koloid |
|---|---|---|---|
| 👁️ Penampilan |
|
|
|
| 🔬 Ukuran Partikel | < 1 nm | > 1000 nm | 1 – 1000 nm |
| 👀 Terlihat oleh Mata | Tidak dapat dilihat | Dapat dilihat | Tidak dapat dilihat |
| ⏱️ Stabilitas | Stabil, tidak mengendap | Tidak stabil, mengendap | Stabil, tidak mengendap |
| 🔦 Efek Tyndall | Tidak menunjukkan | Tidak terlihat jelas (tertutupi) | Menunjukkan berkas cahaya |
| 🧪 Penyaringan Biasa | Tidak dapat dipisahkan | Dapat dipisahkan | Tidak dapat dipisahkan |
| 💡 Contoh | Air gula, air garam, cuka | Air lumpur, jus jeruk berampas, air kapur | Susu, kabut, santan, busa sabun |
Lihat langsung kejernihan fasa cairan.
Sorotkan cahaya senter / laser ke masing-masing gelas.
Perhatikan kestabilan partikel setelah didiamkan.
Larutan memiliki partikel paling kecil (<1 nm), suspensi paling besar (>1000 nm), sedangkan koloid berada di antara keduanya (1–1000 nm).
I. Campuran di Sekitarmu
Campuran dapat kita temukan di mana saja, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Yuk, kenali beberapa contoh campuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari!
Ingat!
Setiap campuran memiliki komposisi dan sifat yang berbeda. Memahami hal ini membantu kita memanfaatkannya dengan tepat.
1. Larutan
Campuran yang partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan dan tidak mengendap.
Air gula
Teh manis
Cuka apel
Ciri-ciri Larutan
2. Suspensi
Campuran yang partikel penyusunnya lebih besar, dapat terlihat oleh mata, dan mengendap jika didiamkan
Air pasir
Es boba
Es selasih
Ciri-ciri Suspensi
3. Koloid
Campuran yang partikel penyusunnya berukuran sedang, tidak mengendap, tetapi dapat menunjukkan efek Tyndall.
Susu
Busa cukur
Mentega
Ciri-ciri Koloid
Perhatikan gambar berikut! Kelompokkan ke dalam larutan, suspensi, atau koloid dengan menggeser gambar atau mengetuk kartu untuk memilih wadah yang tepat!
Pilih wadah kelompok yang sesuai:
J. Rangkuman
1. Nira diperoleh dari pohon aren atau kelapa.
2. Nira disaring untuk memisahkan kotoran (suspensi).
3. Nira dimasak untuk menguapkan air hingga mengental (larutan → semakin pekat).
4. Larutan pekat diaduk terus hingga mengental dan didiamkan hingga mengeras.
5. Dicetak dan didinginkan menjadi gula jawa siap digunakan.
Gula jawa yang sering kita gunakan sehari-hari ternyata merupakan hasil dari pemisahan campuran. Yuk, lihat bagaimana konsep campuran yang telah kita pelajari berkaitan dengan proses pembuatan gula jawa!
Hubungan Materi Campuran dengan Gula Jawa
Nira segar mengandung partikel kotoran seperti debu, serat, dan pasir yang tidak larut dalam air.
Setelah disaring, nira menjadi larutan gula (homogen) yang terdiri dari air dan zat terlarut (gula).
Saat larutan gula sangat pekat, gula mulai membentuk kristal dan mengendap/terbentuk massa padat.
Memahami konsep sains melalui contoh nyata di lingkungan sekitar.
Menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi lokal.
Mendorong sikap peduli terhadap lingkungan dan kearifan lokal.
Mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Materi 01
CAMPURAN
Memahami apa itu campuran dan jenisnya