Materi

Campuran

di Sekitar Kita

Pelajari cara memisahkan campuran berdasarkan perbedaan sifat zat penyusunnnya. Mari jadi ilmuan hebat!

Materi 01

CAMPURAN

Banyak benda di sekitarmu yang tersusun lebih dari satu zat.

A. Pernahkah kamu memperhatikan?

Di sekitarmu terdapat banyak benda cair yang merupakan campuran.
Perhatikan contoh berikut!

Perhatikan proses pembuatan garam dari air laut berikut.

Saat air laut dialirkan ke tambak dan terkena panas matahari, air menguap hingga tersisa kristal garam putih. Mengapa air laut diklasifikasikan sebagai campuran, bukan zat murni?

Proses Evaporasi Garam
Tambak Garam
🌊 1. Air laut dipanaskan
☀️ 2. Penguapan (H₂O)
🧂 3. Kristalisasi garam

Pemisahan Fisika: Panas matahari menguapkan air (pelarut), menyisakan kristal garam (zat terlarut).

B. Apa yang disebut campuran?

Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang bercampur secara fisik tanpa membentuk zat baru.
Zat penyusunnya masih memiliki sifat asalnya dan dapat dipisahkan kembali menggunakan cara fisik yang tepat.

Ingat!​

Tidak seperti reaksi kimia, campuran tidak menghasilkan zat baru. Komponen penyusunnya tetap ada

Contoh: Air Gula (Simulasi Dinamis)
1. Proses Pembuatan
🥛 + 🧂
Air + Gula
🥄🥛
Diaduk
🧪
Air Gula
(Homogen)
2. Partikel Bergerak Membaur
Mode: Zat Terpisah
Partikel air Partikel gula
Zat penyusun tetap ada

Partikel gula tidak lenyap, melainkan tersebar merata di sela-sela partikel air melalui gerak acak.

Sifat zat tidak hilang

Rasa manis dari molekul gula dan sifat cair dari partikel air tetap bertahan tanpa membentuk zat kimia baru.

Ciri–ciri Campuran
Terdiri atas dua atau lebih zat.

Masing-masing zat memiliki sifat asalnya.

Tidak membentuk zat baru.

Hanya bercampur secara fisik.

Dapat dipisahkan kembali.

Komponen penyusunnya dapat dipisahkan menggunakan cara fisik yang sesuai.

Komposisi tidak tetap.

Perbandingan jumlah zat penyusun dapat berubah.

Kesimpulan:

Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tercampur secara fisik, tidak membentuk zat baru, dan komponen penyusunnya dapat dipisahkan kembali dengan cara fisik.

Karakter

C. Campuran terdiri atas apa?

Setiap campuran selalu tersusun atas dua atau lebih zat. Zat-zat inilah yang disebut zat penyusun campuran.

Ingat!​

Sebelum menentukan cara memisahkan campuran. Kita perlu mengenali zat penyusunnya terlebih dahulu.

Zat Penyusun Campuran

Dalam sebuah campuran, terdapat:

Zat Penyusun (Komponen)

Setiap zat yang ikut bercampur dan membentuk campuran.

+
Sifat Fisik Komponen

Sifat asli zat seperti warna, bau, wujud, kelarutan, titik didih, dan lainnya.

Mengapa penting?

Karena sifat fisik komponen menentukan metode pemisahan yang tepat.

Campuran yang berbeda komposisinya bisa dipisahkan dengan cara yang berbeda.

Contoh zat campuran dalam beberapa campuran

Kesimpulan:

Campuran selalu terdiri atas dua atau lebih zat. Zat penyusun campuran memiliki sifat asli masing-masing.
Dengan mengenali zat penyusunnya dan sifat fisiknya, kita dapat menentukan cara memisahkan campuran dengan tepat.

Karakter

D. Homogen dan Heterogen

Campuran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu homogen dan heterogen. Perbedaan utamanya terletak pada cara zat penyusunnya tersebar dan apakah komponen penyusunnya dapat dibedakan secara langsung.

Ingat!​

Perbedaan penyebaran partikel mempengaruhi sifat campuran dan cara memisahkannya.

CAMPURAN HOMOGEN

Zat penyusun tersebar merata di seluruh bagian campuran.
Komponen penyusunnya tidak dapat dibedakan dengan mata.

Ciri-ciri
  • Terlihat seragam di setiap bagian.
  • Komposisi sama di seluruh bagian.
  • Komponen penyusun tidak tampak.
  • Tidak mengendap jika didiamkan.
⚡ Difusi Aktif
Zat A Zat B
Air gula (gula + air)
Teh manis (gula + teh + air)
Alkohol 70% (alkohol + air)
Udara (gas-gas)
CAMPURAN HETEROGEN

Zat penyusun tidak tersebar merata di seluruh bagian campuran.
Komponen penyusunnya dapat dibedakan dengan mata atau menunjukkan lebih dari satu fase.

Ciri-ciri
  • Tidak seragam di setiap bagian.
  • Komposisi berbeda di bagian yang berbeda.
  • Komponen penyusun dapat tampak.
  • Dapat mengendap jika didiamkan.
⏳ Mengendap
Zat A Zat B
Air pasir (air + pasir)
Air dan minyak (air + minyak)
Lumpur (air + tanah)
Adukan semen (semen + pasir)
?
Apa Artinya?
Homogen = Komponen tercampur merata sehingga tampak sebagai satu fase.
Heterogen = Komponen tidak tercampur merata sehingga tampak lebih dari satu fase.
Contoh sederhana

Air gula (homogen) → jernih

Air pasir (heterogen) → keruh, ada endapan

E. Larutan

Larutan adalah campuran homogen yang terbentuk ketika suatu at larut secara merata dalam zat lain.

Ingat!​

Larutan adalah bagian dari campuran homogen. Komponen penyusunnya tidak dapat dibedakan dengan mata.

Proses Terbentuknya Larutan
1

Gula (padat) dimasukkan ke dalam air.

2

Gula diaduk. Partikel gula mulai tersebar di antara partikel air.

3

Gula larut sempurna. Terbentuk larutan homogen yang jernih.

Zat terlarut tidak hilang, tetapi partikelnya tersebar merata di antara partikel pelarut.
Istilah Penting dalam Larutan
Zat terlarut
:
Zat yang dilarutkan ke dalam pelarut.
Contoh: gula pada air gula.
Pelarut
:
Zat yang melarutkan zat terlarut.
Contoh: air pada air gula.
Larutan
:
Campuran homogen yang terbentuk dari zat terlarut dan pelarut.
Contoh: air gula.
⚖️
Massa larutan = massa pelarut + massa zat terlarut
(informasi ini sesuai dengan konsep massa pada larutan).
Contoh Larutan di Sekitarmu
👆 Klik kotak untuk info detail
Representasi Partikel dalam Larutan
= Partikel pelarut (air) = Partikel zat terlarut (gula)
Sebelum dilarutkan
Sesudah dilarutkan

Partikel gula tersebar di antara partikel air sehingga larutan tampak jernih dan seragam.

?
Ayo Pikir!

Mengapa larutan terlihat jernih dan seragam?

F. Suspensi

Suspensi adalah campuran heterogen yang partikel zat padatnya lebih besar dan dapat mengendap jika didiamkan. Partikel-partikel ini juga dapat dipisahkan dengan penyaringan atau filtrasi.

Ingat!​

Partikel pada suspensi cukup besar sehingga dapat terlihat oleh mata dan akan mengendap jika didiamkan.

Ciri-ciri Suspensi
Ciri Suspensi
  • Partikel besar dan dapat dilihat.
  • Partikel tidak larut dalam zat lain.
  • Akan mengendap jika didiamkan.
  • Dapat dipisahkan dengan penyaringan.
  • Keruh atau tidak jernih.
Perbandingan dengan Larutan
Parameter Suspensi Larutan
🔬 Ukuran partikel > 1000 nm < 1 nm
👁️ Penampakan Keruh Jernih
⏱️ Kestabilan Tidak stabil
(mengendap)
Stabil
(tidak mengendap)
🧪 Penyaringan Dapat dipisahkan Tidak dapat dipisahkan
Contoh Suspensi dalam Kehidupan Sehari-hari
👆 Klik kartu untuk detail
Pemisahan Suspensi

Suspensi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan (filtrasi).

● Campuran ● Residu (padatan) ● Filtrat (cairan)
?
Ayo, Pikirkan!

Mengapa partikel pada suspensi dapat mengendap, sedangkan pada larutan tidak?

📖
Inti Pemahaman

Suspensi adalah campuran heterogen dengan partikel besar yang tidak larut, dapat mengendap, dan dapat dipisahkan dengan penyaringan.

💡

G. Koloid

Koloid adalah campuran heterogen yang ukuran partikelnya berada di antara larutan dan suspensi. Partikel koloid tidak mengendap dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa.

Ingat!​

Koloid terlihat homogen oleh mata, tetapi sebenarnya partikelnya lebih besar dari larutan dan lebih kecil dari suspensi.

Ciri-ciri Koloid
Koloid Susu
  • Ukuran partikel 1 – 1000 nm (antara larutan & suspensi).
  • Terlihat homogen oleh mata.
  • Tidak mengendap jika didiamkan.
  • Sukar disaring dengan penyaring biasa.
  • Menunjukkan efek Tyndall.
Efek Tyndall

Cahaya dihamburkan partikel koloid sehingga berkas lintasan terlihat jelas.

Larutan Koloid
Contoh: Sinar matahari menembus debu ruangan atau kabut pagi.
Jenis Koloid
Fase Terdispersi Medium Pendispersi Contoh
Padat Gas (Aerosol padat) Asap, debu di udara
Cair Gas (Aerosol cair) Kabut, awan
Gas Cair (Buih / Busa) Buih sabun, busa
Padat Cair (Sol) Susu, santan, cat
Cair Padat (Emulsi padat) Mentega, keju
Gas Padat (Buih padat) Batu apung, roti
Contoh Koloid di Sekitarmu
👆 Klik kartu untuk detail
Perbandingan Ukuran Partikel
Larutan < 1 nm
Koloid 1 – 1000 nm
Suspensi > 1000 nm
Lebih kecil
Lebih besar

Ukuran partikel menentukan kestabilan, penampakan, dan cara pemisahan campuran.

🔍
Ayo, Coba Amati!

Arahkan senter ke dalam gelas susu dan air bening. Apa perbedaan yang terlihat?

📖
Inti Pemahaman

Koloid adalah campuran dengan ukuran partikel di antara larutan dan suspensi. Koloid tidak mengendap dan menunjukkan efek Tyndall.

💡

H. Perbandingan Ketiganya

Larutan, suspensi, dan koloid adalah tiga jenis campuran yang berbeda. Perhatikan perbandingan sifat-sifatnya berikut ini!

Ingat!​

Memahami perbedaan ketiganya akan membantu kita menentukan sifat campuran dan cara pemisahannya.

Sifat Larutan Suspensi Koloid
👁️ Penampilan
Jernih dan transparan
Keruh, partikel besar terlihat
Agak keruh, tampak homogen
🔬 Ukuran Partikel < 1 nm > 1000 nm 1 – 1000 nm
👀 Terlihat oleh Mata Tidak dapat dilihat Dapat dilihat Tidak dapat dilihat
⏱️ Stabilitas Stabil, tidak mengendap Tidak stabil, mengendap Stabil, tidak mengendap
🔦 Efek Tyndall Tidak menunjukkan Tidak terlihat jelas (tertutupi) Menunjukkan berkas cahaya
🧪 Penyaringan Biasa Tidak dapat dipisahkan Dapat dipisahkan Tidak dapat dipisahkan
💡 Contoh Air gula, air garam, cuka Air lumpur, jus jeruk berampas, air kapur Susu, kabut, santan, busa sabun
Bagaimana Cara Membedakan Ketiganya?
1
Amati Penampilan

Lihat langsung kejernihan fasa cairan.

Larutan (jernih)
Suspensi (keruh)
Koloid (agak keruh)
2
Uji Efek Tyndall

Sorotkan cahaya senter / laser ke masing-masing gelas.

Larutan Koloid Suspensi
3
Diamkan Beberapa Saat

Perhatikan kestabilan partikel setelah didiamkan.

Larutan (tetap jernih)
Koloid (tetap homogen)
Suspensi (mengendap)
📖
Inti Pemahaman

Larutan memiliki partikel paling kecil (<1 nm), suspensi paling besar (>1000 nm), sedangkan koloid berada di antara keduanya (1–1000 nm).

💡

I. Campuran di Sekitarmu

Campuran dapat kita temukan di mana saja, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Yuk, kenali beberapa contoh campuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari!

Ingat!​

Setiap campuran memiliki komposisi dan sifat yang berbeda. Memahami hal ini membantu kita memanfaatkannya dengan tepat.

Ayo, Amati dan Kelompokkan!

Perhatikan gambar berikut! Kelompokkan ke dalam larutan, suspensi, atau koloid dengan menggeser gambar atau mengetuk kartu untuk memilih wadah yang tepat!

Pilihan Campuran:
Air Kelapa Muda
Air kelapa muda
Soda
Soda
Air Kopi Tubruk
Kopi tubruk
Mayones
Mayones
Air Sungai Tenang
Air sungai
Cat Tembok
Cat tembok
Puding
Puding
Juice Kemasan
Juice kemasan
Larutan
Geser gambar ke sini
Suspensi
Geser gambar ke sini
Koloid
Geser gambar ke sini

J. Rangkuman

Proses Pembuatan Gula Jawa

Gula jawa yang sering kita gunakan sehari-hari ternyata merupakan hasil dari pemisahan campuran. Yuk, lihat bagaimana konsep campuran yang telah kita pelajari berkaitan dengan proses pembuatan gula jawa!

Hubungan Materi Campuran dengan Gula Jawa

Hubungan Konsep Campuran dengan Gula Jawa
1. Suspensi dalam Nira

Nira segar mengandung partikel kotoran seperti debu, serat, dan pasir yang tidak larut dalam air.

Nira Kotor (Suspensi)
Nira kotor (suspensi)
Penyaringan
Penyaringan
Nira Bersih
Nira bersih (kotoran terpisah)
Konsep: Partikel besar tidak larut, dapat dipisahkan dengan penyaringan (suspensi).
2. Larutan Gula dalam Nira

Setelah disaring, nira menjadi larutan gula (homogen) yang terdiri dari air dan zat terlarut (gula).

Nira Bersih Encer
Nira bersih (larutan encer)
Pemanasan
Pemanasan Kuali
Larutan Gula Pekat
Larutan gula (semakin pekat)
Konsep: Zat terlarut (gula) tercampur merata dalam air. Dengan pemanasan, air menguap sehingga larutan menjadi lebih pekat.
3. Kristalisasi (Menuju Zat Murni)

Saat larutan gula sangat pekat, gula mulai membentuk kristal dan mengendap/terbentuk massa padat.

Larutan Gula Sangat Pekat
Larutan gula (sangat pekat)
Kristalisasi
Kristal Gula Padat
Gula padat (massa padat)
Konsep: Dari larutan, pelarut (air) diuapkan sehingga zat terlarut (gula) memisah membentuk kristal padat.
Inti Pemahaman
  • Gula jawa berasal dari campuran nira (air, gula, mineral, dan kotoran).
  • Kotoran dipisahkan dengan penyaringan (suspensi).
  • Gula larut dalam air membentuk larutan homogen.
  • Dengan pemanasan, larutan menjadi lebih pekat karena air menguap.
  • Pada kondisi sangat pekat, gula mengkristal dan membentuk padatan (gula jawa).
  • Proses ini menunjukkan bahwa pemisahan campuran bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Gula Jawa Tradisional
Manfaat Mempelajari Campuran Melalui Gula Jawa

Memahami konsep sains melalui contoh nyata di lingkungan sekitar.

Menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi lokal.

Mendorong sikap peduli terhadap lingkungan dan kearifan lokal.

Mendukung gaya hidup berkelanjutan.